Indonesian Line Tracer Competition atau yang dikenal dengan ILTC merupakan kompetisi robotika untuk pelajar SMP, SMA/SMK, dan Sederajat yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika ITS sebagai salah satu kompetisi dari  rangkaian event 8th Engineering Physics Weeks (EPW).

Pada tahun 2017, ILTC diselenggarakan di Gedung Robotika ITS dan berlangsung sejak Sabtu (4/2) yang diikuti oleh 148 tim, dimana 113 tim merupakan peserta dari kategori line tracer analog dan 35 tim merupakan peserta dari kategori line tracer mikro. Untuk kategori line tracer analog terdiri dari 1 tim maksimal 2 orang sedangkan kategori line tracer mikro terdiri dari 1 tim maksimal 3 orang. Perbedaan dari kedua kategori tersebut terletak pada mikrokontroller sehingga line tracer analog tidak dapat diprogram sedangkan line tracer mikro dapat diprogram.

Pada hari pertama kompetisi, dilakukan babak penyisihan. Untuk kategori line tracer analog yang awalnya diikuti oleh 113 tim, menjadi 32 tim yang tersisa. Untuk kategori line tracer mikro dilakukan babak penyisihan dari 35 tim pendaftar. Acara babak penyisihan hari pertama berakhir pada malam hari dan telah sukses mengantarkan tim-tim yang lolos ke tahap selanjutnya. Babak semifinal dimulai pada hari kedua, yaitu untuk kategori line tracer analog menyisihkan 4 tim dari 32 tim lolos babak penyisihan. Babak terakhir adalah babak final yang diambil 3 tim terbaik sebagai juara 1, juara 2, dan juara 3.  Juara 1 diraih oleh tim Gatak Syber 3 dari SMKN 1 Ngawi yang disusul oleh  tim MRT Doa Emak dari MA Al Maarif Tulungagung sebagai juara 2 dan juara 3 dimenangkan oleh tim Gatak Syber 2 dari SMKN 1 Ngawi.

Sedangkan, untuk kategori line tracer mikro pada hari kedua hanya menyisihkan 16 tim yang lolos dari 35 tim pendaftar. Kemudian pertandingan semakin kompetitif saat memasuki babak 4 besar, karena hanya 3 tim dari mereka yang keluar sebagai juara 1, juara 2, dan juara 3. Juara 1 diraih tim Black Panzer Predator dari SMA 3 Madiun. Kemudian juara 2 diraih oleh tim Panzer Diehard dari SMA 3 Madiun dan untuk juara 3 diraih oleh tim Robo Corner Spensaba dari SMPN 1 Banyuwangi.

Saat diwawancarai mengenai kesan mengikuti ILTC 2017, Raffi, salah satu finalis kategori line tracer analog dari SMP Al Azhar 13 Surabaya mengungkapkan, “Lebih seru kelihatannya dari yang EXPO kemarin dan lebih tegang juga karena banyak yang ikut,“ ungkapnya. Tak mau kalah dengan raffi, Dobi yang merupakan rekan satu tim bersama Raffi juga mengatakan, “Kalo saya lebih seru disini soalnya waktu yang dulu saya lihat di channel youtube ILTC 2016 kayaknya kurang memaksimalkan, kalo sekarang saya akui top!”Ujar Dobi . Kesan yang senada pun diungkapkan oleh Edo, ketua ILTC 2017, “Acara ILTC berjalan cukup baik. Terimakasih untuk seluruh panitia dan peserta yang sudah cukup kooperatif, semoga ILTC masih akan terus diadakan di tahun-tahun berikutnya dan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya saat ditanya kesan pesan menjadi ketua ILTC 2017. (ten/sel)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *